Ketika Aisyah Dan Fatimah Saling Bercanda
Telah menjadi tradisi Rasulullah apabila memiliki suatu acara makan-makan, beliau akan menyisihkan makanan itu untuk tetangga, kerabat, dan para sahabat. Tak terkecuali beliau menyisihkan pula untuk sahabat-sahabat mendiang istri pertamanya, Khadijah. "Aisyah," seru beliau kepada istri termuda dan tercantiknya, "sisihkan beberapa potong daging untuk sahabat-sahabat Khadijah." Mendengar nama Khadijah disebut oleh Rasulullah, sontak Aisyah bersungut-sungut. Jengkel. Jeuleus binti cemburu. Sangat manusiawi, bukan? Kalau tidak percaya bahwa cemburu seperti itu sangat manusiawi, bergurulah kepada Suhu Tanduk, konsultan Asosiasi Suami Sayang EMpat Istri (ASSEMI). Begitu pula yang dirasakan Aisyah saat itu. Cemburu tingkat tinggi terhadap Khadijah karena namanya selalu disebut oleh Rasulullah. "Apakah Kanda tidak bisa menerima dan mencintai saya sebagai ganti dari Khadijah? Apakah aku tidak lebih istimewa dari Khadijah sampai-sampai namanya selalu Kanda sebut di dep...